AUTUMN IN TURKEY
Honestly, I was so excited because I was gonna traveling with the one and only, Keluarga Belo (especially Sekala). Udah ga sabar banget buat main sama dia. Ohiya, trip ini collab-nya Keluarga Belo sama As-Salam tour dari Dwidaya tour. Selama 10 hari kita akan explore Turki bareng-bareng mulai dari Bursa, Pamukkale, Cappadocia, Ankara, sampai Istanbul of course. Kita berangkat naik Emirates which means kita transit di Dubai. Let the story begin.
Day 1
Bursa
Landed on Sabiha Gökçen International Airport, Istanbul, we're headed to Bursa for more or less one hour. di Bursa ada masjid yang menjadi icon kota Bursa. Green Mosque dan Yesil Camii, masjid terbesar di Bursa dengan arsitektur gaya Ottoman. Selesai dari Yesil Camii kita ke Silk Market. Di sini dijual souvenir-souvenir khas Turki. Evil Eye, lampu-lampu ala Timur Tengah, dan semua yang khas dari Turki. Karena sampai di Bursa pun udah siang menjelang sore, jadi kita explore dua tempat ini aja dan menuju ke hotel.
Day 2
Izmir - Kusadasi - Ephesus
Besok paginya, kita dibawa ke tempat Turkish Delight. Ga cuma Turkish Delight, di sana juga menjual makanan-makanan khas Turki, seperti kopi Turki, madu Turki, manisan, ada juga Safron yang sekarang lagi viral akan kasiatnya yang super banyak. Dari Bursa kita menuju kota Izmir. Kota ini terkenal dengan perempuannya yang cantik katanya hahaha. di Izmir kita ke Clock Towernya untuk photostop. Ga lama sih di Izmir, kita harus lanjut ke Ephesus di daerah Kusadasi. Di sana ada reruntuhan peninggalan bangsa Romawi. Sejarah tentang dewa-dewa Romawi, seperti Medusa dan sejarah tentang lambang yang sekarang digunakan sebagai lambang kedokteran. Konon katanya lambang itu diambil dari kisah seseorang yang telah pasrah akan kematiannya karena telah divonis dokter bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Setelah mendengar vonis itu akhirnya ia keluar dari rumah sakit dan melihat ada seekor ular, dia berpikir untuk meminum darah ular tersebut untuk mempercepat kematiannya. Tetapi ternyata setelah ia meminumnya ia malah sembuh. Dari situlah simbol ular pada lambang kedokteran berasal. Ada juga The Great Theater dan Library of Celcus. Karena sampai di sana udah sore jadi kita sekalian sunset-an deh.
![]() |
| Izmir Clock Tower |
![]() |
| The Library of Celcus |
![]() |
| Ephesus |
Day 3
Pamukkale - Cotton Castle
Keesokan harinya, kita menuju daerah Pamukkale untuk melihat Cotton Castle yang terkenal akan warnanya yang putih seperti salju. Tempat ini dijadikan orang-orang untuk berendam air hangat. Batu-batu di Cotton Castle ini berwarna putih karena mengandung kalsium karbonat. Berjalan di bebatuan ini harus ekstra hati-hati selain karena permukaannya yang ternyata sangat kasar, ada beberapa bagian batu yang licin karena terendam air. Masih satu wilayah, terdapat juga bangunan reruntuhan Hierapolis.
Cotton Castle
Day 4
Antalya - Caravanserai
Antalya adalah kota yang terletak di tepi laut Mediteranian yang membuatnya selalu hangat di berbagai musim. Tidak heran kalau orang Turki berlibur ke sini saat musim dingin. Mereka menikmati keindahan dan hangatnya pantai bersama keluarga. Letak Antalya ini tidak jauh dari pulau-pulau Yunani. Hanya menyebrangi laut Mediterania dan kita sampai Di Yunani. Ga heran kalau kota ini memiliki gaya kota seperti di Santorini. Salah satu tempat eksotis indah di Turki yang masih jarang ada di itinerary travel-travel. Thanks to as-Salam yang sudah memasukkan Antalya ke dalam itinerary (bukan endorse hehehe). Kebetulan juga, keesokan harinya Turki akan merayakan hari kemerdekaannya (Independence Day) jadi orang-orang sudah mulai mendekor kota dengan bendera Turki dan sudah menyiapkan panggung untuk acara yang mereka selenggarakan. What a coinsidence. Selesai explore Antalya, kita langsung lanju untuk menuju Cappadocia. Di tengah perjalanan kita melewati Caravanserai.
Antalya adalah kota yang terletak di tepi laut Mediteranian yang membuatnya selalu hangat di berbagai musim. Tidak heran kalau orang Turki berlibur ke sini saat musim dingin. Mereka menikmati keindahan dan hangatnya pantai bersama keluarga. Letak Antalya ini tidak jauh dari pulau-pulau Yunani. Hanya menyebrangi laut Mediterania dan kita sampai Di Yunani. Ga heran kalau kota ini memiliki gaya kota seperti di Santorini. Salah satu tempat eksotis indah di Turki yang masih jarang ada di itinerary travel-travel. Thanks to as-Salam yang sudah memasukkan Antalya ke dalam itinerary (bukan endorse hehehe). Kebetulan juga, keesokan harinya Turki akan merayakan hari kemerdekaannya (Independence Day) jadi orang-orang sudah mulai mendekor kota dengan bendera Turki dan sudah menyiapkan panggung untuk acara yang mereka selenggarakan. What a coinsidence. Selesai explore Antalya, kita langsung lanju untuk menuju Cappadocia. Di tengah perjalanan kita melewati Caravanserai.
Caravanserai adalah sebuah tempat yang dulunya dijadikan sebagai hotel tampat peristirahatan para pedagang dan kuda-kudanya yang melalui jalur sutra. Sekarang bangunan ini dijadikan museum dan para wisatawan banyak yang berdatangan ke sini. Kita hanya berhenti sebentar di sini sambil toilet stop sebelum melanjutkan perjalanan panjang kita menuju Cappadocia.
![]() |
| Antalya |
![]() |
| Caravanserai |
Day 5
Cappadocia
![]() |
| Hot Air Balloon |
![]() |
| Cappadocia |
![]() |
| Dove Valley |
Setelah dari Uçhisar, kita akan nonton tari Sufi yang dikenalkan oleh seorang filsuf Islam bernama Mevlana Celaddiin-i Rumi. Tarian yang dilakukan dengan berputar-putar, kepala dimiringkan, dan tangan terbuka ke atas dan ke bawah, dengan membaca dzikir.
Btw, kota Cappadocia dulu pertama kali dihuni oleh bangsa Persia. Mereka yang memberi nama kota terssebut dengan nama Cappadocia yang artinya adalah daerah dengan kuda yang indah.
Day 6
Ankara (Salt Lake - Mustafa Kemal Ataturk Evlatari)
Dari Cappadocia kita melanjutkan perjalanan ke Ankara, ibukota Turki. Yup, ibukota Turki itu sudah lama banget pindah ke Ankara, bukan di Istanbul lagi. Gue adalah salah satu dari banyak orang yang masih menganggap Istanbul adalah ibukota Turki sebelum gue sampai di Turki. Sekarang Istanbul hanya sebagai kota metropolitan. Mungkin Jakarta ga akan jauh beda sama Istanbul kalau ibukota sudah resmi pindah ke Kalimantan. Jakarta akan tetap menjadi kota metropolitannya Indonesia. Di Ankara tidak terlalu ramai, tetapi banyak sekali mahasiswa di sini karena di Ankara banyak terdapat Universitas terbaik Turki. Sebelum sampai ke tengah kota Ankara, kita berhenti di danau terasin di dunia, yaitu Salt Lake. Hamparan garam berwarna putih terbentang luas. Menjadikannya salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi para wisatawan kalau ke Turki. Mereka juga memiliki toko yang menjual produk-produk yang terbuat dari garam di sana, seperti body scrub yang membuat kulit terasa lebih lembab setelah memakainya (I've tried this lol).
Selesai di Salt Lake, kita langsung lanjut ke tengah kota Ankara. Kita akan ke monumen dimana makam presiden pertama Turki, Atatürk berada. Nama monumen itu adalah Atatürk Mausoleum. Monumen ini dijaga ketat dengan adanya pergantian shift penjaga. Penjaga-penjaga ini sama sepereti penjaga yang ada di istana Buckingham. Mereka tidak boleh bergerak sama sekali. Lucky us, kita datang di saat sedang ada pergantian shift jadi kita bisa lihat mereka berganti shift. Di Atatürk Mausoleum ini juga ada museum sejarah zaman perang dunia II dan semua barang-barang peninggalan Atatürk pada masa kepemimpinannya. Ada patung lilin dan baju-baju serta sepatu Atatürk yang menggambarkan bahwa Atatürk memiliki postur tubuh layaknya orang Asia pada umumnya, bukan berpostur seperti orang-orang Eropa. Selesai keliling di monumen ini, kita lanjut ke Bolu ke hotel tempat kita menginap malam itu.
Dari Cappadocia kita melanjutkan perjalanan ke Ankara, ibukota Turki. Yup, ibukota Turki itu sudah lama banget pindah ke Ankara, bukan di Istanbul lagi. Gue adalah salah satu dari banyak orang yang masih menganggap Istanbul adalah ibukota Turki sebelum gue sampai di Turki. Sekarang Istanbul hanya sebagai kota metropolitan. Mungkin Jakarta ga akan jauh beda sama Istanbul kalau ibukota sudah resmi pindah ke Kalimantan. Jakarta akan tetap menjadi kota metropolitannya Indonesia. Di Ankara tidak terlalu ramai, tetapi banyak sekali mahasiswa di sini karena di Ankara banyak terdapat Universitas terbaik Turki. Sebelum sampai ke tengah kota Ankara, kita berhenti di danau terasin di dunia, yaitu Salt Lake. Hamparan garam berwarna putih terbentang luas. Menjadikannya salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi para wisatawan kalau ke Turki. Mereka juga memiliki toko yang menjual produk-produk yang terbuat dari garam di sana, seperti body scrub yang membuat kulit terasa lebih lembab setelah memakainya (I've tried this lol).
![]() |
| Tuz Gölü (Salt Lake) |
Selesai di Salt Lake, kita langsung lanjut ke tengah kota Ankara. Kita akan ke monumen dimana makam presiden pertama Turki, Atatürk berada. Nama monumen itu adalah Atatürk Mausoleum. Monumen ini dijaga ketat dengan adanya pergantian shift penjaga. Penjaga-penjaga ini sama sepereti penjaga yang ada di istana Buckingham. Mereka tidak boleh bergerak sama sekali. Lucky us, kita datang di saat sedang ada pergantian shift jadi kita bisa lihat mereka berganti shift. Di Atatürk Mausoleum ini juga ada museum sejarah zaman perang dunia II dan semua barang-barang peninggalan Atatürk pada masa kepemimpinannya. Ada patung lilin dan baju-baju serta sepatu Atatürk yang menggambarkan bahwa Atatürk memiliki postur tubuh layaknya orang Asia pada umumnya, bukan berpostur seperti orang-orang Eropa. Selesai keliling di monumen ini, kita lanjut ke Bolu ke hotel tempat kita menginap malam itu.
Day 7
Istanbul
Setelah sekitar satu jam setengah kita sampai di Istanbul. Sekarang kita memasuki wilayah Istanbul yang ada di daratan Eropa. Kemarin, kita pertama kali sampai di Turki itu bandaranya ada di Istanbul bagian Asia. Istanbul bagian Asia dan Eropa dihubungkan dengan Jembatan. Kita langsung menuju ke Spice Bazaar untuk kalo ada yang mau beli rempah-rempah khas Turki, souvenir buat oleh-oleh, dll. Setelah dari Spice Bazaar kita menuju restoran untuk makan siang dengan jalan kaki sambil menikmati suasan kota Istanbul yang lagi mendung dan super dingin. Kesalahan terbesar gue waktu itu adalah jaket gue tinggal di bus. Lucky me, baju gue knitwear jadi masih tahan dingin sedikit.
Setelah makan siang, kita langsung naik Bosphorus cruise. Cruise ini akan mengantar kita menikmati pemandangan kota Istanbul dari Selat yang memisahkan Istanbul bagian Asia dan Eropa. 1 jam kita ada di atas kapal. Sayang cuaca waktu itu lagi ga cerah.
Ohiya btw orang Turki itu justru suka sama orang yang hidungnya pesek. Karena mereka bosen aja katanya ngeliat yang mancung hahaha karena hidung pesek rare di sana. Tapi bener sih, waktu gue lagi nonton di kamar hotel, gue liat ada iklan operasi buat bikin hidung pesek. Jadi hidung mereka yang mancung-mancung itu dikurangin mancungnya biar pesek dikit. Sedangkan kita yang pesek maunya mancung hahaha. Jadi, siapa yang mau cari calon cowo/cewe Turki? lol. Sama satu lagi, kalian kalau ke Istanbul jangan heran ngeliat kepala-kepala cowo di sana yang lagi diperban atau kayak ada bekas operasi gitu. Itu karena mereka abis operan tanam rambut. Karena di Turki banyak cowo yang botak dan susah untuk numbuhin rambut.
Setelah makan siang, kita langsung naik Bosphorus cruise. Cruise ini akan mengantar kita menikmati pemandangan kota Istanbul dari Selat yang memisahkan Istanbul bagian Asia dan Eropa. 1 jam kita ada di atas kapal. Sayang cuaca waktu itu lagi ga cerah.
![]() |
| Spice Bazaar |
![]() |
| Bosphorus Cruise, Istanbul |
Ohiya btw orang Turki itu justru suka sama orang yang hidungnya pesek. Karena mereka bosen aja katanya ngeliat yang mancung hahaha karena hidung pesek rare di sana. Tapi bener sih, waktu gue lagi nonton di kamar hotel, gue liat ada iklan operasi buat bikin hidung pesek. Jadi hidung mereka yang mancung-mancung itu dikurangin mancungnya biar pesek dikit. Sedangkan kita yang pesek maunya mancung hahaha. Jadi, siapa yang mau cari calon cowo/cewe Turki? lol. Sama satu lagi, kalian kalau ke Istanbul jangan heran ngeliat kepala-kepala cowo di sana yang lagi diperban atau kayak ada bekas operasi gitu. Itu karena mereka abis operan tanam rambut. Karena di Turki banyak cowo yang botak dan susah untuk numbuhin rambut.
Day 8
Istanbul
Hari kedelapan di Turki dan baru hari ini kita akan banyak jalan kaki. Seharian ini akan kita tempuh dengan jalan kaki karena semua destinasinya satu area dan jalannya kecil jadi susah kalau harus pake bus. First stop, Hagia Sophia. Museum ini menjadi salah satu icon terkenal Turki. Hagia Sophia dulunya adalah sebuah gereja yang berubah fungsi menjadi mesjid dan sekarang dijadikan museum. Hagia Sophia juga menjadi simbol bahwa perbedaan dapat menyatukan. Terdapat gambar Bunda Maria dan Yesus di tengah-tengah lafaz Allah dan Muhammad. Tempat-tempat seperti ini yang mengajarkan kita akan pentingnya dan indahnya sebuah perbedaan. Karena pas banget hari ini adalah hari jumat, jadi yang cowo-cowo akan beribadah sholat jumat di Masjid Blue Mosque. Kita perempuan yang tidak sholat jumat menunggu mereka sambil menikmati minuman panas yang terdapat di kafe-kafe pinggir jalan. Dua hari di Istanbul dan hujan. Kali ini gue ga saltum karena udah tau akan hujan, so gue udah prepare jaket, payung, dan masker karena anginnya yang super kenceng.
Selesai sholat jumat kita langsung ke restoran tempat kita makan siang. Ga perlu lama-lama, setelah makan siang kita lanjut ke Grand Bazaar. Grand Bazaar ini tempat belanjanya para turis yang dateng ke Turki. Di sini lengkap, jadi yang kemaren-kemaren belum sempet beli oleh-oleh bisa beli di sini. Dari mulai karpet, keramik khas Turki, lampu-lampu, dll. Sebenernya waktu di Cappadocia kita dibawa ke galeri karpet. Karena rata-rata karpet Turki itu emang dari Cappadocia. Tapi kalo di galeri emang harganya jauh lebih mahal. Jadi jangan kaget kalo di galeri harga karpetnya mulai dari puluhan juta rupiah sampai ratusan juta rupiah. Karena katanya karpet Turki itu longlasting, bisa sampe 300 tahun jadi bisa diwarisin ke anak cucu nanti. Orang Turki pun menganggap karpet sebagai barang yang berharga karena banyak kenangan yang bisa diturunkan dari generasi satu ke generasi lainnya, ga heran kalo orang Turki ngasih hadiah karpet ke anak mereka yang baru nikah. Tapi ga perlu takut, kalian bisa beli karpet Turki yang jauh lebih murah di Grand Bazaar. Jadi kalo kalian pake travel terus dibawa ke galeri, nikmatin aja teh yang dikasih gratisan sambil liat mereka promosiin karpet-karpet mereka hehehe.
![]() |
| Hagia Sophia (Aya Sofya) |
Selesai sholat jumat kita langsung ke restoran tempat kita makan siang. Ga perlu lama-lama, setelah makan siang kita lanjut ke Grand Bazaar. Grand Bazaar ini tempat belanjanya para turis yang dateng ke Turki. Di sini lengkap, jadi yang kemaren-kemaren belum sempet beli oleh-oleh bisa beli di sini. Dari mulai karpet, keramik khas Turki, lampu-lampu, dll. Sebenernya waktu di Cappadocia kita dibawa ke galeri karpet. Karena rata-rata karpet Turki itu emang dari Cappadocia. Tapi kalo di galeri emang harganya jauh lebih mahal. Jadi jangan kaget kalo di galeri harga karpetnya mulai dari puluhan juta rupiah sampai ratusan juta rupiah. Karena katanya karpet Turki itu longlasting, bisa sampe 300 tahun jadi bisa diwarisin ke anak cucu nanti. Orang Turki pun menganggap karpet sebagai barang yang berharga karena banyak kenangan yang bisa diturunkan dari generasi satu ke generasi lainnya, ga heran kalo orang Turki ngasih hadiah karpet ke anak mereka yang baru nikah. Tapi ga perlu takut, kalian bisa beli karpet Turki yang jauh lebih murah di Grand Bazaar. Jadi kalo kalian pake travel terus dibawa ke galeri, nikmatin aja teh yang dikasih gratisan sambil liat mereka promosiin karpet-karpet mereka hehehe.
![]() |
| Grand Bazaar |
Day 9
Istanbul - Jakarta
Pagi terakhir di Istanbul. Berat rasanya harus balik ke Jakarta. So much beauty in this city, in this country. Kita berangkat ke bandara pukul 12.00 jadi kita masih ada waktu kosong untuk jalan-jalan atau shopping buat yang masih nyari oleh-oleh. Gue dan nyokap awalnya memutuskan untuk ke Taksim Square dan ke Grand Bazaar lagi. Tapi ternyata di di daerah Grand Bazaar lagi ada Car Free Day (CFD) jadi mobil ga bisa lewat sana. Akhirnya kita memutuskan untuk ke Taksim Square aja buat beli merch-nya Galatasaray. Kita berangkat jam 10 ditemani guide kita mba Dita, rada mepet jadi kita super buru-buru karena dari hotel ke Taksim Square butuh waktu setengah jam. Beruntungnya kita dapet supir taksi yang super duper baik, dia mau nganter kita ke Taksim Square dan bener-bener sampe nganter kita ke store galatasaray-nya (store-nya ada di gang jadi dia parkirin taksinya terus nganter kita ke store). Dia juga bersedia nunggu kita sampe selesai dan nganter kita balik lagi ke hotel karena dia tau kita harus ke bandara jam 12. Thank you, sir. I really appreciate it. Akhirnya kita pun sampai hotel tepat waktu. Dan kita pun berangkat ke Bandara. Kita pulang ke Indonesia dari Istanbul International Airport, Bandara Turki yang baru yang sekarang menjadi bandara terbesar di dunia. But stupid part of me forgot to take footages there.
Yang memasukkan Turki ke dalam bucketlist-nya, gue saranin pake travel untuk keliling Turki kalau mau explore ke banyak Kota di Turki. Karena jarak tempuh dari satu kota ke kota lain itu lumayan jauh. Kecuali kalau kalian mau atau emg suka road trip, sewa mobil sih it's okay. Tapi kalau cuma mau keliling Istanbul dan Cappadocia bisa kok pergi sendiri. Dari Istanbul ke Cappadocia ada rute pesawat domestik, kalau naik bus bisa 3-4 jam. Karena untuk explore Cappadocia sendiri menurut gue ga cukup sehari dua hari. Jujur gue masih kurang puas explore Cappadocia. Because there's a lot more to see. Istanbul juga sama. Kota Metropolitan segede itu banyak banget yang bisa di explore.
Watch my youtube video to see the beauty of Turkey.
Yang memasukkan Turki ke dalam bucketlist-nya, gue saranin pake travel untuk keliling Turki kalau mau explore ke banyak Kota di Turki. Karena jarak tempuh dari satu kota ke kota lain itu lumayan jauh. Kecuali kalau kalian mau atau emg suka road trip, sewa mobil sih it's okay. Tapi kalau cuma mau keliling Istanbul dan Cappadocia bisa kok pergi sendiri. Dari Istanbul ke Cappadocia ada rute pesawat domestik, kalau naik bus bisa 3-4 jam. Karena untuk explore Cappadocia sendiri menurut gue ga cukup sehari dua hari. Jujur gue masih kurang puas explore Cappadocia. Because there's a lot more to see. Istanbul juga sama. Kota Metropolitan segede itu banyak banget yang bisa di explore.
Watch my youtube video to see the beauty of Turkey.







































Comments
Post a Comment