THE EXOTIC LABUAN BAJO

Pulau Padar, Flores, Nusa Tenggara Timur
(Februari, 2019)

Dream do come true.
3 tahun lebih gue berharap dan memimpikan bisa ke Labuan Bajo dan akhirnya gue pun sampai di tanah orang Flores. Tanah yang penuh dengan orang ramah berambut keriting. Bertemu orang baru saat traveling itu pasti, and I love it. Gue ketemu sama seseorang, dia asli Flores, namanya kak Dedi. Yup, di Flores kita memanggil seseorang dengan panggilan 'Kaka', yang kalau di Jawa kita manggilnya Mas atau Abang. Kaka Dedi ini keliatannya aja sangar, mungkin karena rambutnya yang keriting tipikal orang Indonesia Timur. Yeah but we can't judge people by their appearance, right? Aslinya dia baik banget, ramah, murah senyum. Dia yang jemput gue di Bandara Komodo dan selalu siap sedia nganterin kemana aja selama gue di Labuan Bajo sebelum akhirnya kita berlayar mengarungi lautan Flores. Kedengerannya macho banget ya gue bilang 'berlayar'?

Sebelum berlayar, gue sempet nginep di Le Pirate Hotel. Hotel bunk bed yang kekinian, kecil tapi nyaman. Pas banget untuk yang suka backpacker-an. Orang-orangnya ramah, pelayanannya baik, dan tempatnya juga unik. Btw trip gue kali ini gue ditemenin sama sahabat gue Padma, nyokap, dan adek gue Yusuf. Hari pertama gue di Bajo, gue dibawa sama kak Dedi ke bukit yang namanya Amalia Sea View. Bukit ini menurut gue masih jarang banget sih dikunjungin wisatawan karena waktu gue ke sana sepi banget dan dari sepengetahuan gue hasil searching travel yang pas buat ke Bajo, ga ada satu pun dari mereka yang masukin bukit ini ke itinerary mereka. I guess I'm lucky to meet kak Dedi. Bukit ini ga kalah indahnya sama Pulau Padar dan trekking-nya juga ga begitu tinggi. Kalo kata kak Dedi, diajak ke sini buat siapin kaki sebelum naik ke atas Pulau Padar nanti. Asli sih, lumayan banget trekking di sini.

Dari kak Dedi gue belajar banyak hal termasuk sejarah Bajo. Ternyata nenek Moyang orang sini itu dateng dari suku Minangkabau. Wow, berarti gue bisa bilang Bajo kampung halaman gue juga dong? Gue kan orang Minang hahaha. Well, dimana pun itu Indonesia adalah rumah gue. Dari Sabang sampai Merauke. Di sini juga toleransinya terjaga dengan baik. Gue jadi sadar kalau kita ga bisa kemakan isu-isu yang ada di berita. They're not even real. Gue mulai belajar untuk melihat sesuatu dengan mata kepala gue sendiri baru gue akan percaya. We really can't trust 100% on social media or any other media.


Bukit Amalia Sea View



Hari kedua di Bajo kita di jemput travel kita untuk pindah hotel ke hotel yang sudah disediakan oleh pihak travel. Yup, kita emang sengaja dateng ke Bajo H-1 sebelum ketemu sama orang travel di sana. Karena kita takut mepet datengnya dan ternyata kita jadi bisa explore lebih di daratan Labuan Bajo. Lucky us, we found hidden gems in Bajo. Setelah di jemput kita langsung ke hotel dan diajak makan malam. Sea food yang segar menjadi makan malam kita. Tapi setelahnya ada sedikit tragedi. Sesampainya di hotel nyokap gue merasa pusing dan pundaknya berat. Sepertinya kolesterolnya naik karena kita ga sadar ternyata cumi itu kolesterol. Gue dan Padma langsung telfon kak Dedi untuk nganter kita ke rumah sakit terdekat. Jam 10 malem kita berangkat ke rumah sakit. Harap-harap cemas semoga ga ada apa-apa karena besok kita mau mulai sailing. Ternyata alhamdulillah ga apa-apa, kolesterol myokap emang naik tapi masih sehat dan bisa tetap berlayar besok. Kita balik ke hotel jam 1 dini hari dan langsung istirahat karena besok harus bangun pagi.

LET'S SAIL!!!
Hari berlayar akhirnya tiba. Meski kemarin sempat badai sampai air laut naik ke plataran hotel gue, alhamdulillah hari ini cuaca cerah dan kita tetap bisa berlayar. Sebelumnya sempat takut gagal berlayar karena kalau badai kapal ga akan ada yang dapet izin buat berlayar. Walaupun sempet hujan rintik-rintik kecil. Nah sebelum berlayar gue mau kenalin dulu nih orang-orang yang akan satu trip sama gue. Ada kak Mario, Bellina, Dita, kak Syahriel selaku guide + kapten, dan para ABK (Anak Buah Kapal). Akhirnya kita mulai berlayar. Jujur 15 menit awal kapal jalan berasa mual sih karena ombak lagi gede-gedenya. But I could make it through. Beberapa saat kemudian kita sampai di pemberhentian pertama, Pulau Kelor. Ntah ada berapa pulau yang namanya Kelor di Indonesia, and this is one of them. Turun dari kapal kita langsung mulai trekking ke atas. Waktu sampai di atas gila sih view-nya bagus banget. Masih capek, tapi ntah kenapa enak aja gitu. Angin sepoi-sepoi, langit biru, laut biru, rumput hijau, pasir putih. Sweet escape banget dari penatnya college life. Setelah itu kita turun untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. 

Pulau Kelor

Kita akan bertamu ke yang punya pulau, penghuni asli. Yup! KOMODO. Tuan rumah yang sudah menunggu untuk dikunjungi. Sambil otw ke sana kita makan siang di kapal. Puas bangetlah ya 4 hari kedepan di Bajo makan ikan yang seger terus. Sampai di Pulau Komodo kita trekking lagi ke bukitnya sambil liat komodo dan menikmati suasana sore dari atas bukit. Kalo diliat emang komodo tuh tenang, mageran kayak gue, tapi kalau udah nyium bau darah atau bau yang menyengat, agresifnya bikin lo ga bisa berkutik. Makanya itu kenapa perempuan yang lagi halangan ga boleh masuk pulau. Lanjut trekking sampai atas, kita duduk di rumput dengan view laut membentang luas dan langit yang biru menyapa dengan manisnya.
Setelahnya kita turun dan melanjutkan perjalanan lagi ke destinasi terakhir untuk hari ini, mengejar sunset di Pulau Kalong. Ga lama dari Pulau Rinca kita udah sampai di Pulau Kalong. Di sini kita bisa menikmati sunset dengan pemandangan yang unik, yaitu melihat para kalong berterbangan dari Pulau ini ke tempat lain. It was an epic moment. Karena sebelumnya gue emang belum pernah liat sekumpulan kalong keluar gini. Walaupun kita ga dapet sunset karena langit mendung, tapi pemandangan di sini tetep keren dengan langit biru kelabu ditambah para kalong yang sibuk terbang keluar. 

Pulau Rinca - Komodo


Day 2 Sailing.
Subuh-subuh gue udah bangun plus mandi sebelum kapal jalan karena gue gamau lagi mandi terombang ambing di kamar mandi kayak mandi sore kemarin. Selesai mandi gue duduk di dek dan ABK ada yang bilang "Kak liat itu ada lumba-lumba" dan bener, lucu banget seolah mereka menyapa selamat pagi. Waktu berlalu, jam 7 pagi sarapan pun dihidangin. Kita makan sambil nunggu nyampe di destinasi selanjutnya. PULAU PADAR!!! Are you ready guys? Gue udah siapin semua tenaga gue untuk naik ke atas Padar. Ga tinggi sih karena cuma bukit, tapi ya ga rendah juga. Di tengah jalan gue liat ada turis asing trekking ke atas pake heels. Kurang greget apa? Di tengah jalan matahari mulai terik. Panas pol. Tapi tetep semangat, udah sampe Padar jangan kasih kendor. Perlahan tapi pasti akhirnya sampai juga di atas. Langsung takjub sama pemandangannya. Cuma bisa senyum lebar sambil masuk ada sisa-sisa ngos-ngosan. Indah banget. Salah satu harta karun di Indonesia Timur. Seindah itu ciptaan Tuhan. Dalam hati gue berkata, 'Ini tempat yang pengen banget lo datengin, tan? Ini salah satu mimpi lo? Masih mimpi ga sih? Masih setengah percaya kalo sekarang lagi berdiri di atas Pulau Padar?" Wah gokil sih rasanya waktu lo bisa merealisasikan mimpi lo. Di sinilah gue, berdiri, menghirup udara di tanah Flores. Tiga tahun cuma bisa mimpi ke tempat ini. Ya gue tau sih tiga tahun itu belum seberapa, masih terbilang singkat. But let me enjoy it, okay? Let me be happy hahaha. Ga lupa untuk foto-foto pastinya di sini.

Pulau Padar




Puas di atas, saatnya kita turun untuk lanjut lagi ke tempat berikutnya, Pink Beach. Pantai yang ga kalah hitsnya sama Pulau Padar. Another best part of Labuan Bajo. Sambil nunggu dijemput kita memutuskan untuk istirahat sambil minum air kelapa muda yang super seger. Yang ditunggu pun akhirnya dateng, dan kita langsung naik kapal. Habis panas-panasan trekking, capek, gerah, enaknya nyebur ke laut. How fun was that? Kita semua udah pada siap ganti baju untuk nyebur ke air, tinggal tunggu kapalnya berlabuh. Sampai di Pink Beach kita langsung turun. Floaties, snorkle, fin, dsb udah disiapin. Seseneng itu akhirnya snorkling juga. Gue emang ga tahan liat air yang biru-biru bawaannya mau nyebur. Yang di bawah ga kalah bagus pemandangannya sama yang di atas. Tapi sangat disayangkan ada satu kekurangan. Kekurangan yang tak lain akibat dari ulah manusia. Iya, di bawah ada sampah plastik yang tergeletak di dasar laut. Selama ini selalu miris kalau liat di internet  berita tentang laut yang banyak sampah plastik sampai membahayakan makhluk hidup yang tinggal di sana. Sekarang gue liat langsung dengan mata kepala gue sendiri. Selesai capek berenang, kita naik ke kapal dan siap-siap untuk makan siang. Lagi-lagi ikan dan ga ada bosennya. Apalagi sambelnya seger banget. Khas Flores banget.

Pink Beach


Sambil makan kita pun lanjut jalan ke Pulau Gili Lawa Darat. Destinasi terakhir untuk hari ini untuk ngejar sunset. Sampai di Pulau Gili Lawa Darat kita trekking ke atas bukit dan menikmati sunset. Pulau Gili Lawa ini ga kalah cantiknya sama Pulau Padar. Dari atas bukitnya kita bisa liat birunya laut Flores yang terbentang luas, langit kuning senja dengan angin yang berhembus merayu. Momen yang pas banget untuk dihayatin tanpa gadget atau apapun. Gue pun memilih untuk duduk sambil menikmati senja yang sedikit lagi akan pulang ke peraduannya. Setelah itu, kita kembali ke kapal dan bersantai di dek kapal. Menikmati pergantian waktu itu dengan pemandangan yang sangat menenangkan, sendu, tenang, tanpa adanya polusi. Tibalah malam dan kita bersiap-siap untuk tidur. Ohiya, buat yang mau ke Flores, ada efek positif lain lagi nih selain cuma menikmati alamnya yang indah. Kita bisa menikmati waktu kita lepas dari gadget saat malam hari karena menara sinyal dimatiin jadi waktu malam hari ga akan ada sinyal sama sekali. Nah, manfaatin deh waktunya untuk quality time. Ntah buat me time atau ngobrol ngalor ngidul bareng temen satu trip. Asli sih berasa banget, tripnya jadi lebih intimate, lebih kenal dan deket satu sama lain. Yang tadinya cuma kenalan jadi deket dan jadi kayak keluarga at the end of the trip.

Pulau Gili Lawa Darat



Day 3 Sailing. The Last Day Sailing.
Hari terakhir. Time goes fast when you're having a great time. Ga kerasa hari ini udah hari terakhir. Rasanya belum puas. Sebelum trip bener-bener selesai, masih ada satu destinasi lagi yang akan kita kunjungin sebagai penutupan. Pulau Kanawa. Di pulau ini lebih ke acara santai-santai sebelum pulang aja sih. Nyantai di kursi pantai, makan, dsb. Gue jalan di pinggir pantai, ada rasa belum rela untuk pisah sama Flores. Masih merasa baru kemarin sampai di sini, tapi hari ini udah harus balik dari Bajo. Masih belum puas ngobrol sama temen-temen baru yang udah jadi keluarga baru. Ngobrol ngalor ngidul di dek kapal malem-malem, makan bareng, nyari spot foto bareng, sampe ngejar cinta Bellina bareng-bareng hahaha. Salah satu yang bikin candu traveling ya hal-hal yang kayak gini, selain kenal tempat baru, dapet temen baru juga dan pastinya kenangan baru. Makanya rasanya waktu singkat banget. Baru ketemu tapi udah harus pisah lagi. 




Sebelum cerita gue di Labuan Bajo bener-bener selesai, masih ada satu cerita lagi nih yang mau gue ceritain hehehe.  Jadi, dari mulai di Pulau Padar Bellina ternyata ngeliat Omar. Kalian tau Omar Daniel kan? hahaha. Dia tadinya mau liat Omar dari deket waktu masih di Padar, ya at least bisa foto bareng juga. Tapi pas dicari lagi Omarnya udah ga ada, ternyata dia udah balik ke kapal. Kebetulan guide kita, Kak Syahriel, juga liat. Kak Syahriel tau kapal dia yang mana. Kak Syahriel bilang "tenang aja nanti kita pasti ketemu di Gili Lawa kok", dan bener aja dong di Gili Lawa ketemu lagi. Kapal mereka parkirnya di depan kapal kita. Waktu di Gili Lawa, kita mau turun di baru mau naik. Udah ngeliat dari jauh, pas udah deket pada takut malu buat minta foto bareng. Akhirnya kak Syahriel maju ngomong ke tour leader Omar (kayaknya), tapi dia bilang ga bisa karena mereka buru-buru mau ngejar sunset di atas. Eh tiba-tiba dari belakang nyokap gue langsung nyamperin Omarnya sambil narik tangan Omar. Nyokap gue ngomong ke Omar "Omar foto dulu yuk, mau ga?". Terus sama Omar diiyain "oh iya ayuk" hahaha the power of emak-emak emang. Tapi karena nyokap gue akhirnya kita bisa foto, yang paling seneng pastinya Bellina akhirnya kesampean hahaha. 


Sailing Komodo kita akhirnya berakhir. Kita kembali ke Labuan Bajo dan berpisah. Senang bertemu dan berkenalan dengan kalian kak Mario, Bellina, Dita, kak Syahriel, dan semua ABK. Thank you juga yang Padem udah jadi travel mate gue kali ini bareng nyokap dan adek gue. Semoga kita bisa ngetrip bareng lagi di lain waktu. Much love for you guys all.























































Comments

Popular posts from this blog

Winter in Japan

NEVER ENDING BALI - TIPS TO GO TO NUSA PENIDA

AUTUMN IN TURKEY