Exploring Malaysia

Malaysia, 01st January 2020

Malaysia. Negara tetangga yang masih satu rumpun dengan Indonesia. Budaya yang tidak beda jauh dengan kita membuat negara ini menjadi salah satu negara sahabat. Tahun 2014 silam adalah pertama kalinya gue menginjakkan kaki di sini, dimana gue belum mengerti traveling, dan gatau tempat-tempat yang bagus buat dikunjungin itu apa aja. Jadi ya ngikut aja kemana dibawa sama guide + hasil fotonya ga ada yang menarik hahaha. But now I'm back in the end of 2019. Tanggal 30 Desember 2019 gue beserta orang tua gue dan adek gue berangkat menuju Malaysia. Yup, perjalanan kali ini adalah family trip yang bisa dibilang udah kayak kegiatan rutin keluarga gue setiap akhir tahun. Ngumpul dan menghabiskan waktu libur bersama. Di sini gue akan ceritain perjalanan gue di Malaysia dan berbagi info yang gue tau tentang Malaysia khususnya Kuala Lumpur ke kalian.

Day 1
Mendarat di KLIA 2, kita langsung keluar dari imigrasi dan pesen grab. Tadinya mau naik KL Express aja tapi ternyata lebih irit naik grab. Karena tiket KL Express 1 orangnya itu Rp 180K dan kita harus turun di KL Central yang berarti kita harus naik grab lagi ke hotel kita. Jadi 2x ongkos dan ribet menurut gue. Kalo naik grab itu sekitar Rp 200-300K sampai ke tengah kota KL, jadi kalo traveling sama temen bisa sharing kan. Gue nginep di Bukit Bintang karena menurut gue Bukit Bintang ini pusatnya KL sih. Karena deket banget kemana-kemana setelah gue cek waktu nyusun itinerary. Gue nginep di Hotel Transit dan gue merekomendasi hotel ini selain deket kemana-mana, hotel ini juga nyaman, pelayanannya ramah, dan harganya cukup terjangkau Rp 300-500K/malam. Karena sampai di KL udah sore, nanggung banget buat explore kota ini tapi gamau buang-buang waktu juga jadi gue putusin untuk ke Chinatown. Kulineran + explore yang ada di sana. Dari hotel gue ke Chinatown cuma butuh 10 menit jalan kaki. Nah di Chinatown ini terkenal dengan Petaling street yang sepanjang jalannya diisi dengan street food dan kuliner lainnya. Ada Nandos, Chinese food, dll. Enaknya di Malaysia ini sama kayak di Indonesia, cari makanan halalnya ga susah. Mereka yang jual makanan kalo ga halal ga akan nawarin ke kita dan akan kasih tau kita kalo makanan yang dia jual ga halal. Lokasi kedua yang bisa dikunjungi di Chinatown ini adalah  Sri Mahamariamman Temple, kalian bisa photostop di sini foto di depan temple-nya. 
Sri Mahamariamman Temple


Day 2 (Year End) 
Hari kedua ini kita bisa explore lebih banyak tempat karena rata-rata jaraknya deketan semua. Lokasi pertama yang kita explore adalah Dataran Merdeka. Di area Dataran Merdeka ada Sultan Abdul Samad Building, dan KL City Gallery yang bisa kalian kunjungin.
Sultan Abdul Samad Building


Kuala Lumpur City Gallery

Dari daerah Bukit Bintang ke Dataran Merdeka ini kalo naik grab kisaran 12RM atau sekitar 39K. Selesai dari Dataran Merdeka kita lanjut ke KLCC.  Berhubung dari Kemarin kita naik grab terus, akhirnya sekarang kita memutuskan untuk coba naik MRT. Naik MRT dari stasiun Masjid Jamek terus turun di stasiun KLCC. stasiun KLCC ini persis di bawah Petronas Twin Tower. Sampai di Petronas Twin Tower kita bisa explore mall-nya atau kalian bisa ke deck tower-nya di atas buat liat view KL dari atas. Harga tiketnya kisaran Rp 300K. Tapi gue memilih untuk menikmati view KL dari atas KL Tower.
Petronas Twin Tower


Jalan Alor
Selesai explore KLCC kita balik ke hotel buat istirahat dan keluar lagi sore karena kita akan di luar sampai tengah malam dikarenakan kita mau liat perayaan tahun baru di Bukit Bintang. Sorenya kita lanjut jalan menuju jalan Alor yang ada di area Bukit Bintang. Dari hotel kita ke Bukit Bintang juga tinggal jalan kaki 10-15 menit. Jalan Alor itu adalah pusat kuliner street food yang wajib kalian kunjungin kalo kalian mau kulineran di KL. Nah di jalan Alor ini juga ada spot foto yang instagramable di salah satu gang yang temboknya dicat warna-warni. Kalian yang suka searching tempat-tempat instagramable mungkin udah ga asing sama spot ini. Lucky me, kita sampai di spot ini pas banget sebelum akhirnya gelap karena udah mulai malam. Selesai dapet foto di spot ini kita lanjut deh ke pusatnya Bukit Bintang. Titiknya itu di perempatan yang ada Mcd-nya. Karena bingung mau makan malam dimana akhirnya kita makan di Mcd yang iconic ini. Bukit Bintang ini adalah kawasan perbelanjaan yang kiri kanan jalannya berderet mall-mall gede. kalo Di jakarta itu kayak Bunderan HI. Makanya kenapa di sini juga dijadiin spot orang-orang ngerayain malam tahun baru. Kita susurin semuanya satu per satu sampai akhirnya kita sampai di mall yang iconic di Bukit Bintang, yaitu mall Pavilion. Kalian yang mau shopping barang-barang branded bisa belanja di sini. Karena orang tua gue juga udah capek kita memutuskan untuk balik ke hotel karena masih harus jalan kaki lumayan jauh pulangnya karena mau naik grab juga udah ga bisa karena akses jalan ditutup untuk perayaan tahun baru ini.


Mall Pavilion, Bukit Bintang

Day 3
Ga berasa udah day 3 aja. Pagi ini kita akan ke Batu Cave, kita bertekad untuk naik sampai ke temple di atas. Karena waktu kita pernah ke sini juga kita males banget naikin tangganya yang banyak + panjang itu. Kita ke sana naik grab lagi, dari daerah Bukit Bintang ke Batu Cave itu kisaran RM33. Ternyata Batu Cave itu rame banget banget banget kalo lagi tahun baru gini. Bener-bener macet hampir 2 jam cuma buat masuk area Batu Cave. Sebenernya bisa juga naik LRT dari KL Central ke Batu Cave ini. Kalian tinggal naik LRT yang rute stasiun terakhirnya itu Batu Cave. Sepertinya gue salah pilih hari dan jam karena Batu Cave lagi rame-ramenya dan super panas terik. Kita hampir mengurungkan niat kita untuk naik tangga sebanyak itu buat ke atas. Tapi kita udah kepalang kepo jadi kita tetep naik ke atas. Sampai di atas kita ga bisa lama-lama karena emang lagi rame banget jadi view buat foto pun jadi ga bagus. Yang penting rasa penasaran kita udah ilang.
Batu Cave



Selesai dari Batu Cave kita lanjut ke KL Tower. Kita memutuskan untuk naik LRT dari Batu Cave ke KL Tower. Untuk ke KL Tower, kita harus transit LRT di KL Central dulu terus lanjut ambil rute KL Monorail dan turun di stasiun Bukit Nanas. Dari stasiun Bukit Nanas ini kita lanjut jalan kaki sekitar 1 km ke KL Tower. Tapi kalo kalian mau naik grab juga gapapa, tapi menurut gue 1 km itu deket jadi gue memutuskan untuk jalan kaki aja. But it was a bad idea. Bener-bener kalian kalo ke KL Tower jangan dibarengin sama Batu Cave ya, apalagi kalian yang berencana mau naikin tangga Batu Cave. Karena ternyata jalan untuk ke KL Tower itu nanjak dan banyak tangga juga. Apalagi gue memilih untuk jalan kaki dari stasiun LRT.
Ohiya, awalnya gue sempet bingung gimana caranya beli tiket KL Tower ini karena sebelumnya gue baca review orang tuh kita harus at least beli tiketnya H-1 karena takut full. Sampai gue minta tolong receptionist hotel untuk booking tiketnya tapi ternyata ga bisa. Akhirnya gue nekat aja langsung ke sana dan beli tiket on the spot. Dan ternyata bisa kok beli tiket on the spot bahkan segampang itu. Tinggal antri di ticket machine, nanti pasti ada yang bantuin kita buat pilih pilihan paket yang tersedia. Kalo untuk ke Observation deck aja itu kisaran Rp 80K, kalo lengkap ke semuanya Observation deck + Sky deck + Sky box admission ticket itu kisaran Rp 280K. Kalo kalian mau foto di spot yang kaca semua itu kalian harus pilih yang paket lengkap. Selesai beli tiket kita disuruh antri untuk siap-siap masuk. Karena lift-nya kecil jadi kita harus nunggu. Sampai di atas kalian bisa ambil nomor antrian buat Sky box. Kalian pilih mau sky box 1 atau 2. Biasanya Sky box 1 itu lebih lama ngantrinya karena viewnya Petronas Twin Tower. Karena gue males nunggunya bisa sampe 3 jam, jadi gue milih sky box yang antriannya cepet aja, yaitu sky box 2. Timing gue ke KL Tower ini pas banget, karena bisa sunset-an di sini. Gue saranin kalian yang mau ke KL Tower datengnya kisaran jam 4/5 sore karena sunset di KL itu jam 7 jadi sambil nunggu dipanggil antrian lama bisa sambil nikmatin sunset jadi ga berasa nunggunya. Sunset di KL Tower jadi penutup yang indah untuk perjalanannya gue di hari ketiga ini. Let's continue day 4.
KL Tower

Sky Deck

Skybox, KL Tower


Day 4
Skytropolis, Genting Highlands
Day 4. Hari terakhir untuk explore Malaysia dan kita memutuskan untuk ke Genting Highlands. Kadang itinerary yang udah kita bikin jauh-jauh hari sebelum berangkat tuh pasti bisa berubah waktu kita sampai di tujuan. Jadi kita harus bisa siasatin nih kira-kira yang bisa dibarengin satu rute tuh kemana aja biar efisien dan dapet semua tempat yang mau kita kunjungin. Walaupun kadang pasti ada yang harus dikalahin. Tadinya gue berencana ke Genting Highlands itu di day 3, tanggal 1 Januari. Tapi karena ada suatu hal akhrinya di switch jadi hari ini. Untuk ke Genting Highlands kalian bisa naik bus dengan rute khusus ke Genting dari KL Central. Kalian harus beli busnya H-1 biar ga keabisan tiket. Karena gue gatau dan kurang cari info, jadilah gue keabisan tiket di hari H dan akhirnya naik grab ke Genting. So far, ke Genting inilah pengeluaran terbesar kita buat transport. Karena kita PP naik grab. Dari daerah KL Central ke Genting itu sekitar RM80. Kenapa dari KL Central? Karena gue udah terlanjur ke KL Central karena mau naik bus tapi ternyata tiketnya abis. Berangkatlah kita ke Genting. Dari pusat kota KL ke Genting ga terlalu jauh dan untungnya ga macet. Jaraknya kayak dari Jakarta ke Bogor. Itu jauh ga sih? Ga kan? hahaha. Ada apa sih di Genting Highlands? Well, Genting Highlands ini adalah resort dengan fasilitas yang lengkap. Ada premium outlets, casino, indoor theme park (Skytropolis), restaurants, hotel, etc. Kalian bisa shopping barang branded di premium outlets-nya, nikmatin kuliner international dan kuliner khas Malaysia - ohiya, di Genting ini ada beberapa restoran yang ngasih sign 'halal food' jadi kita gampang buat cari halal food di sini walaupun mayoritas makanannya pasti halal, bisa main permainan di Skytropolis, dan kalo menurut kalian sehari itu ga cukup untuk explore Genting kalian bisa menginap di hotelnya.
Sampainya di Genting, kalian langsung melewati area premium outlets untuk sampai ke stasiun Skyway (cable car) yang akan membawa kalian ke level atas resort Genting ini. Kalian bisa beli tiket cable car-nya online atau on the spot. Harga tiketnya untuk standar cable car itu sekitar Rp 30K one way, sedangkan untuk Glass Floor cable car itu sekitar Rp 70K. Gue saranin kalian naik ke atas cobain cable car yang glass floor karena lantainya kaca jadi bisa liat ke bawah, nanti baliknya mau naik cable car yang biasa gapapa. Biar ada experience lain naik cable car yang glass floor. Selesai explore Genting, kita akhirnya pulang. Bisa pesen grab langsung dari atas kalo kalian gamau turun lagi pake cable car.
Dari Genting kita lanjut ke jalan Tar. Lokasinya deket sama stasiun MRT Masjid Jamek. Kita sempetin ke sini karena bunda gue nyari baju gamis sama baju kurung khas Malaysia. Di jalan Tar ini emang kayak pusatnya orang jualan baju-baju muslim dan kalo ditelusurin terus lama-lama vibe-nya berubah jadi India karena semakin dalam semakin banyak yang jual baju sari India dan emang banyak orang India yang tinggal di sini. Jadi buat kalian yang mau cari oleh-oleh baju muslim khas Malaysia bisa ke jalan Tar ini.

Add-ons:
Ohiya gue mau kasih saran kalo traveling rame-rame mending kalian sewa pocket wifi dibanding kalian beli data roaming. Selain bisa sharing, pocket wifi emang lebih terjangkau. Gue rekomendasi pocket wifi dari paspod.id. Sinyalnya kenceng bahkan di daerah yang tinggi kayak di Genting dan menurut gue harganya lebih terjangkau dibanding pocket wifi yang lain.
Terus juga gue mau kasih hacks gue kalo traveling, benda yang amat sangat penting bagi gue. Karena kalo traveling sama keluarga gini guelah tour leader-nya jadi gue harus paham rute perjalanan hahaha. Jadi, gue tuh selalu ambil peta yang dikasih gratis di meja informasi. Ntah itu di hotel atau di airport. Biasanya petanya tuh udah lengkap peta satu kota, peta rute MRT, LRT, dan rute transportasi lainnya. Bahkan banyak peta yang udah kasih kita informasi tentang tempat wisata apa aja yang bisa kita kunjungin. Jadi penting banget sih menurut gue buat ambil peta gratisan ini hahaha. Karena kita ga bisa selalu bergantung sama maps di hp. Trust me, ini akan sangat memudahkan kalian. 

Untuk kuliner, kalian juga harus cobain mie super pedes dari Malaysia yang lagi viral namanya Ghost Pepper Noodle. Mie ini bisa kalian beli di semua supermarket yang ada.

Untuk penginapan gue saranin kalian cari hotel di sekitar daerah Bukit Bintang karena dari sini tuh deket kemana-mana dan aksesnya gampang.

Itinerary tambahan:
-Sebenernya waktu itu gue berencana untuk ke Melaka juga 1 hari tapi ternyata waktu udah sampai di Malaysia plan itu pun berubah. Di Melaka ini juga ga kalah menariknya sama KL, kalian bisa nikmatin suasana old town, vintage. Bisa nikmatin naik river cruise juga di sana.
-Selain itu gue juga tadinya mau ke Astaka Morocco yang ada di daerah Putrajaya, tapi lagi-lagi ga sempet ke sana. Tempat ini bagus banget, instagramable, kalian akan berasa kayak di Maroko kalo di sini. Detail bangunannya yang menarik.
-Kalian juga bisa ke Lake Garden. Lake Garden ini ada di KL. Tempatnya kayak Garden by the bay, Singapore gitu. 

Comments

Popular posts from this blog

Winter in Japan

NEVER ENDING BALI - TIPS TO GO TO NUSA PENIDA

AUTUMN IN TURKEY